pmb

Olahraga Pagi atau Olahraga Malam, Mana yang Lebih Baik?


an image

Aktivitas yang padat di sekolah, di kampus, atau di kantor, kadang membuat waktu kita untuk berolahraga jadi sedikit. Padahal, paling tidak waktu

6 Kerusakan Hari Valentine


an image

Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan

5 Tips Hindari Jebakan Berita Hoax


an image

Perkembangan teknologi digital membuat kita familiar dengan segala bentuk media sosial yang bermunculan. Menurut data yang dirilis oleh APJII

Lingkungan Kotor Kurangi Risiko Alergi pada Anak


an image

Setiap orang tua pasti ingin menyiapkan lingkungan yang bersih bagi anak-anaknya. Apalagi, jika si anak masih bayi hingga balita, yang

Asal Usul Apotek


an image

Apotek berasal dari bahasa Yunani apotheca yang berarti penyimpanan. Dalam bahasa Belanda bernama Apotheek, yaitu rumah meramu obat. Secara umum

5 Tips Jitu Supaya Kamu Nggak Gampang Baper


an image

Sebetulnya enggak salah kalau kamu tipe orang bawa perasaan (baper). Tapi kalo apa-apa di-baper-in kan juga enggak baik. Apalagi kalau baper ke

Apa yang menjadi tantangan Anda dalam menjaga kesehatan?

Polusi? Paparan sinar UV berlebihan? Ya, bisa saja. Tapi, jawaban yang paling mungkin terlontar dari pertanyaan di atas adalah: ‘tidak ada waktu’ untuk berolahraga.

Memang, salah satu tantangan di era modern ini adalah mengatur waktu menjalani hidup sehat di tengah himpitan rutinitas dan kesibukan tinggi yang biasanya dirasakan banyak orang di perkotaan; mulai dari kegiatan sehari-hari di kantor, terjebak kemacetan dari pagi, siang, hingga sore harinya, sampai tekanan pekerjaan yang makin menumpuk untuk segera dituntaskan.

Tapi, apakah memang benar tidak ada waktu untuk olahraga? Atau hal itu terjadi karena alasan ada kesibukan lain yang lebih penting untuk diutamakan?

Yang perlu diketahui terkait hal ini adalah, Mahatma Gandhi pernah berujar, "It is health that is real wealth and not pieces of gold and silver."

Jadi, apapun jawaban Anda, olahraga harus dan bisa dilakukan di tengah berbagai aktivitas sehari-hari; tanpa mesti mengganggu rutinitas pekerjaan yang padat sehari-hari.

Sehingga tidak perlu berusaha mengejar momen olahraga yang hilang dengan latihan fisik secara keras dan intens pada waktu tertentu, dengan harapan bisa menggantikan waktu olahraga yang hilang.

Karena pada dasarnya, olahraga yang baik adalah yang dilakukan secara teratur. Tidak perlu berdurasi lama. Singkat dan dilakoni dengan santai pun bisa sangat baik manfaatnya, asal dilakukan secara rutin.

Ingin tahu apa saja kegiatan olahraga yang bisa dilakukan sehari-hari dalam waktu singkat secara rutin, hingga mendapatkan hasil jangka panjang yang maksimal? Simak bahasannya berikut ini:

 

Apa yang mesti dilakukan kalau merasa tidak sempat berolahraga?

Sebelum mulai membahas kegiatan ini, bayangkan dulu skenario berikut:

Dari rumah Anda memesan moda transportasi online untuk berangkat ke kantor. Tiba di kantor Anda naik lift, lalu duduk menghadap monitor laptop sampai jam makan siang.

Kebetulan, sejam sebelum waktu makan siang Anda memang sudah menitip menu makan siang untuk dibelikan oleh office boy di kantor; sehingga Anda pun menikmati makan siang di kantor.

Selanjutnya Anda kembali bekerja sampai sore, dan kembali pulang ke rumah dengan taksi yang dipesan via aplikasi. Setibanya di rumah, Anda makan malam lalu nonton televisi sampai mengantuk dan kembali tidur untuk menghadapi esok hari.

Dari skenario di atas, bisa dikatakan Anda lebih banyak duduk dan menjalani kegiatan pasif seharian penuh. Jika hal tersebut jadi keseharian Anda, dan ditambah tidak punya waktu berolahraga, maka kesehatan Anda mungkin terancam.

Majalah Time pernah mempublikasikan hasil studi para peneliti dari Universitas Oxford yang meneliti kebiasaan hidup sekitar satu juta orang di Inggris dan Skotlandia.

Hasilnya, orang yang rutin berolahraga ringan, mendapatkan manfaat sehat yang nyaris setara dengan orang yang rutin berolahraga keras. Perbedaan signifikan baru terlihat pada mereka yang memiliki gaya hidup pasif, atau nyaris tidak pernah menggerakkan tubuhnya secara aktif.

 

Apa saja tips olahraga minimal yang bisa dilakukan di tengah kesibukan?

Yang disebut sebagai olahraga minimal di sini adalah aktivitas seperti berjalan, bergerak aktif, atau secara konstan melakukan kegiatan fisik, meski tergolong santai; seperti berkebun atau mengerjakan urusan rumah tangga sehari-hari (menyapu atau mencuci baju).

Nah, buat Anda yang merasa sulit menemukan waktu leluasa untuk melakukan olahraga berat secara khusus, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda mulai lakukan di pagi hari sebelum mulai beraktivitas, sampai saat berada di tengah rutinitas pekerjaan di kantor:

·         Minum air putih sebelum berolahraga ringan, karena mengonsumsi air putih sampai minimal tiga gelas bisa menghindarkan tubuh dari potensi dehidrasi akibat gerakan olahraga.

·         Mulai melakukan olahraga ringan dari pukul 6 pagi, karena pada saat ini udara masih segar dan sangat baik untuk paru-paru. Suhu udara juga biasanya tidak terlalu dingin, tapi juga belum panas. Selain itu juga, matahari pagi bisa bermanfaat baik untuk tubuh kita.

·         Lakukan olahraga ringan setidaknya 30 menit. Anda bisa memilih berbagai aktivitas gerak yang diinginkan, misal berjalan berkeliling area perumahan, jogging, atau bahkan berkebun. Intinya, Anda mesti melakukan kegiatan fisik secara konstan selama waktu tersebut. Ada juga studi yang menyatakan kalau jalan kaki rutin memiliki dampak maksimal, dan nyaris setara dengan dampak berolahraga khusus di gym.

·         Cari kesempatan untuk berjalan sebanyak-banyaknya. Misal, kalau Anda biasanya turun dari kendaraan persis di depan kantor, cobalah untuk turun agak lebih jauh agar punya kesempatan untuk berjalan lebih banyak. Contoh lain adalah, memilih naik tangga ketimbang elevator.

 

Lakukan berbagai gerakan peregangan sederhana di tengah aktivitas pekerjaan, seperti misalnya:

·         Merentangkan tangan ke atas kepala dan mengarahkannya ke kiri selama 10 detik, lalu ke kanan dengan durasi yang sama. Ulangi kegiatan itu sebanyak minimal 3 kali;

·         Atau untuk meredakan ketegangan leher, Anda bisa menganggukkan kepala ke atas dan ke bawah secara bergantian, atau memutarnya perlahan;

·         Cara lain adalah mengarahkan ujung jari tangan ke ujung jari kaki dalam posisi duduk dengan kaki lurus;

·         Juga untuk meredakan ketegangan pada punggung, Anda bisa coba gerakan sederhana seperti memeluk tubuh sendiri, dan menempatkan tangan kiri di pundak kanan, dan tangan kanan di pundak kiri. Tahan posisi ini selama 10-15 detik, lalu lepaskan perlahan.

·         Hal di atas juga bisa dilakukan dalam posisi berdiri, dengan cara merentangkan kaki selebar bahu, lalu membungkuk dan mengarahkan kedua tangan untuk meraih ujung jari pada salah satu kaki secara bergantian. Pada saat tangan menyentuh ujung kaki, tahan posisi sampai sekitar 10-15 detik.

Makin banyak kegiatan minimal semacam itu dilakukan setiap harinya, makin besar pula manfaatnya untuk kesehatan tubuh.

 

Lalu, berapa lama total waktu yang sebaiknya digunakan untuk olahraga ringan?

Jika kemudian Anda bisa menyempatkan diri melakukan berbagai olahraga ringan tadi, berapakah total waktu yang sebetulnya dibutuhkan untuk mendapatkan manfaat maksimal? Pertanyaan ini lazim ditanyakan banyak orang, terutama mereka yang memiliki tingkat kesibukan tinggi.

Jawabannya begini, tingkat kebugaran yang diharapkan tiap orang bisa jadi berbeda-beda, sehingga sebetulnya para ahli juga sulit menentukan durasi ideal untuk berolahraga. Meski akhirnya ada kesimpulan umum yang ditarik, kalau cukup perlu sekitar 30 menit per hari untuk mendapatkan kondisi tubuh yang bugar.

Kesimpulan itu muncul—salah satunya—dari riset yang dilakukan American Council On Exercise terhadap kondisi tubuh seseorang yang biasa berolahraga selama total 30 sampai 60 menit per hari. Hasilnya, proses metabolisme kelompok yang berolahraga 60 menit memang lebih tinggi, tapi pelaku olahraga harian selama 30 menit justru punya kapasitas oksigen lebih baik.

Dari situ pula kesesuaian di antara orang yang berolahraga 30 dan 60 menit mendapatkan manfaat sehat yang sama makin jelas; selama memang dijalani secara rutin. Studi lain dari The Lancet menunjukkan kalau olahraga minimal selama sekitar 15 menit tiap hari sudah cukup untuk orang yang sekadar ingin sehat.

 

Jadi memang Anda tidak perlu pusing memikirkan, harus berolahraga berapa lama? Karena yang terpenting adalah dilakukan secara konsisten.

Kalau kita pikir-pikir lagi, prinsip tersebut sebenarnya serupa dengan saat kita berinvestasi. Tidak perlu agresif seperti orang yang sedang mengejar waktu olahraga yang tertinggal; karena perencanaan dan konsistensi justru membuat hasilnya bisa cukup signifikan.

 

Sumber : 

https://www.dbs.com/indonesia-bh/blog/live-well/Tips-Olahraga-Minimal-Buat-Anda-yang-Merasa-Sibuk.page

Hit (30)Komentar (0)

*
*
  (Masukkan kode dibawah ini)