pmb

Asal Usul Apotek


an image

Apotek berasal dari bahasa Yunani apotheca yang berarti penyimpanan. Dalam bahasa Belanda bernama Apotheek, yaitu rumah meramu obat. Secara umum

5 Tips Jitu Supaya Kamu Nggak Gampang Baper


an image

Sebetulnya enggak salah kalau kamu tipe orang bawa perasaan (baper). Tapi kalo apa-apa di-baper-in kan juga enggak baik. Apalagi kalau baper ke

Jangan Buang Biji Kurma mu!


an image

Buah kurma identik dengan Bulan Ramadhan. Di bulan ini biasanya kita menyantap kurma sebagai salah satu menu wajib berbuka puasa. Tapi taukah

Sudah tau belum manfaat buah jeruk??


an image

Kamu yang enggak suka jeruk sudah saatnya makan jeruk . Kenapa ? karena dengan mengonsumsi jeruk, kamu bisa memperoleh manfaat-manfaat berikut

6 Olahraga yang Dilakukan Rasulullah Saw dan Para Sahabatnya


an image

Rasulullah shallalahu 'alaihi wasallam mentradisikan beberapa olahraga bagi kaum muslimin di zaman beliau. Olahraga ini dilakukan tak hanya

Banyak Teman di Dunia Nyata Kurangi Risiko Diabetes dan Hipertensi


an image

Jakarta, Bukan hal yang baru apabila seseorang memiliki ratusan bahkan ribuan teman di jejaring sosialnya seperti facebook atau twitter. Namun,

Setiap orang tua pasti ingin menyiapkan lingkungan yang bersih bagi anak-anaknya. Apalagi, jika si anak masih bayi hingga balita, yang masih rentan terhadap penularan penyakit. Bahkan, tak iarang orang tua rela mensterilkan setiap peralatan, pakaian, hingga benda-benda yang kontak dengan tubuh si bayi.

Ya, lingkungan kotor memang tidak baik bagi si kecil. Namun, lingkungan yang terlalu bersih hahkan steril justru berdampak buruk, karena akan meningkatkan risiko alergi pada anak di masa nanti. lnilah kesirnpulan sebuah

studi yang melibatkan 467 bayi baru Iahir dari Baltimore, Boston, New York City dan St. Louis. Studi telah dipublikasikan pada 6 Juni 2014 di Journal of Allergy and Clinical Immunology [kompas.com].

Dr Robert Wood, Kepala Dlvisi Alergi dan lmunologi di Johns Hopkins Children Centre di Baltimore mengatakan, “Semakin banyak paparan alergen, semakin kecil kernungkinan anak Anda untuk memiliki alergi di kemudian

hari."

Studi baru ini menyimpulkan, lingkungan berperan besar dalam munculnya risiko alergi. Jika lingkungan terlalu bersih maka sistem kekebalan tubuh anak tidak akan terangsang. Para peneliti mengunjungi rumah dan mengukur tingkat kesehatan para bayi itu. Mereka rnengukur tingkat dan jenis debu serta alergen di rumah masing-rnasing bayi dan

menganalisanya. Mereka menemukan bahwa anak yang tinggal di dalam rumah yang tidak terlalu steril, misalnya ada hewan peliharaan seperti kucing atau sesekali ada tikus dan kecoak, memiliki tingkat risiko mengi yang lebih kecil pada

saat bayi-bayi itu menginjak umur tiga tahun, dibanding dengan bayi-bayi yang tumbuh di lingkungan yang sangat bersih.

Demlkian pula, bayi yang tumbuh di rumah dengan jumlah bakteri yang lebih banyak, kecil kemungkinannya untuk mengembangkan alergi dan mengi pada usia tiga tahun. Namun, peneliti juga mengatakan bahwa temuan ini masih harus diverifikasi. Sehingga orangtua sebaiknya tidak secara sengaja mengotori rumahnya karena alasan ini. [dhe:

Kompas.com]

Hit (223)Komentar (0)

*
*
  (Masukkan kode dibawah ini)