pmb

BAIK Sih, Tapi Bener Nggak?


an image

Hal-hal yang sering terjadi dalam dunia pertemanan ada dibawah ini dan yang begini sudah dianggap jamak bagi banyak orang, khusunya kaum

Wisuda S1 Keperawatan 2013


an image

Auditorium STIKES Muhammadiyah Pekajangan. Pada hari Senin tanggal 7 Oktober 2013 kembali menggelar Wisuda XII yang merupakan lanjutan dari

Wisuda ke XIII STIKES Muhammadiyah Pekajangan


an image

Sebuah momentum akbar, kembali digelar di auditorium STIKES Muhammadiyah Pekajangan pada tanggal 5 Oktober 2013. Sebuah agenda rutin yang wajib

Tata Tertib Pengunjung Perpustakaan Stikes


an image

TATA TERTIB PENGUNJUNG UPT PERPUSTAKAAN STIKES MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN   1.      Perpustakaan buka

Mari Gerakkan Kajian Islam


an image

Alhamdulillah dibulan yang penuh berkah ini kita diberi kanikmatan yang sangat banyak, baik itu nikmat sehat, iman, islam, makanan, keceriaan,

Sobat, kecantikan akan pudar, ketampanan akan sirna, kekayaan akan pergi, hanya perbuatan baik yang tetap abadi. Bahkan hingga pemiliknya pergi ke lain dunia orang tetap mengenangnya. Dangkal nian orang yang mengukur kemuliaan dari asesoris fisik dan dunia.

Satu lagi, “don’t sweat the small stuff!” kata Richard Carison, Ph. D.. Jangan berpusing-pusing dengan masalah-masalah kecil nan sepele. Ketika jerawat kita tumbuh, kenapa kita serasa jadi kehilangan muka, padahal berapa luas wajah kita yang mulus dibandingkan diameter jerawat. Lagipula berjerawat itu adalah alamiah. Ciri khas remaja yang hormon pertumbuhannya tengah menanjak. Meski bukan berarti kita lantas jadi peduli pada kebersihan dan kesehatan. Inagtlah kawan, dunia tidak sebesar jerawat!

Mereka yang suka meributkan masalah-masalah kecil akhirnya tidak tahan menahan masalah-masalah besar. Karena itulah banyak orang-orang besar dan terkenal hancur karena masalah kecil, karena mereka tidak siap menerima sebuah cobaan.

Kawan, orang yang pandai dan bijak adalah mereka yang mampu ‘menyulap’ kekurangan mereka menjadi kekuatan, bukan malah harus malu dan menutup-nutupi kelemahan tersebut.

Sobat, pandai-pandailah bersyukur karena masih banyak orang-orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Sebenarnya hasad itulah yang mematikan kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Lawanlah iri hati dan keinginan populer dengan sikap tawadhu, syukur nikmat, dan takut berbuat dosa.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim : 7)

Dan kamu-kamu yang juga mendapat ujian dari Allah karena ketidaklengkapan tubuhmu, bersyukur dan bersabar adalah sikap yang bijaksana. Bersyukur karena Allah masih memberi kita kehidupan dan terutama hidayah-Nya sehingga kita menjadi seorang muslim. Bersabar karena apa yang ada pada dirimu adalah ujian dari Allah, dan pastinya Allah bakal membalas kesabaranmu itu dengan pahala yang luar biasa besar di sisi-Nya. Sabda Rasulullah Saw :

“Tiada seorang muslim yang menderita kelelahan atau penyakit atau kesusahan (kerisauan) hati, bahkan gangguan yang berupa duri melainkan semua kejadian itu akan berupa penebus dosa.” (HR. Bukhari)

Jangan lupa, setiap apa yang ada pada diri kita (penampilan fisik dan kekayaan) adalah aset yang bakal di audit dengan teliti oleh Allah SWT di akhiratkelak. Kalau apa yang Dia berikan pada kita malah digunakan untuk yang nggak-nggak, dan bahkan untuk yang jelas keharamannya. Maka bagaimana kita mempertanggungjawabnkan semuanya di akhirat sana. Firmannya :

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabannya.” (QS. Al-Israa’ : 36)

Juga jangan menyangka kalau usia kita nggak akan dihisab oleh Allah SWT, So, kalau usia muda apalagi seumur hidup kita dihabiskan hanya untuk mencari pujian dan perhatian orang lain, plus cara-cara yang Ia nggak terima, sama halnya kita mempersiapkan kaki kita untuk terpeleset di akhirat nanti.

Rasulullah Saw bersabda :

Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu):

tentang umurnya untuk apa ia habiskan,

tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan,

tentang hartanya dari mana ia dapatkan,

dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan

serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.

(HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, jilid 10, hal 8)

 

Hit (702)Komentar (0)

*
*
  (Masukkan kode dibawah ini)