pmb

Hati-Hati Bahaya Valentine Days Bagi Muslim


an image

Coba simak secara cermat jika Anda adalah seorang muslim.   Adakah kita selalu merayakan valentine day? Benarkah Valentine Days hanya

PANDANGAN MUSLIM TENTANG VALENTINE


an image

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam

'Sesuatu' yang harus diperhatikan


an image

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari

MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)


an image

Perhatikanlah Firman Allah : “…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya

Fakta Tentang Merokok


an image

Pelajari apa yang terjadi pada tubuh Anda setelah sejam, sehari, sebulan, setahun bahkan sepuluh tahun setelah Anda menghentikan kebiasaan

Tuhan, adakah?


an image

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya

Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.

Mbak sundae cream harganya berapa si bocah bertanya.

Lima ribu rupiah, yang ditanya menjawab.

Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih berduit ngantre di belakang pembeli ingusan itu.

Kalau plain cream berapa...???

Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, Tiga ribu lima ratus.

Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya,  Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak, kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.

Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.

Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.

Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.

Hit (477)Komentar (1)

*
*
  (Masukkan kode dibawah ini)
 

Tri Yuuliantono : saluttttt............
salut sama si anak kecil...