pmb

Pelayanan Keperawatan yang berkualitas, apakah hanya sebuah mimpi?


an image

Sebuah Keprihatinan tidak disahkannya RUU Keperawatan lebih dari 10 tahun perjuangan Insan Keperawatan. Peningkatan kesehatan di negeri ini memang

Mawar Dari Mawar (Part 2)


an image

Malam hari komplek perumahan Andrew tidak terlalu ramai, kompleks perumahan Andrew memang lebih sering sepi di malam hari. Selesai menyiapkan materi

Buku Digital Perpustakaan


an image

Salam hormat pengguna perpustakaan Stikes Muhammadiyah Pekajangan , Buku Digital merupakan buku yang disediakan bagi yang mencari informasi dan

Mawar Dari Mawar (Part 1)


an image

Harum mawar yang semalam baru mekar bersatu dengan udara pagi yang menyapa bersama sang fajar mendekati memasuki kamar mawar. Perlahan mawar

Menilik kebijakan UU PT 2012


an image

Undang-Undang Perguruan Tinggi (UU PT) tahun 2012 yang baru saja di syahkan oleh pemerintah mendapat reaksi keras dari mahasiswa di berbagai

Ayo Membaca Cepat


an image

Dalam mencari informasi yang tepat dan bermanfaat, khususnya bagi seorang Dosen, Guru, Mahasiswa, Pelajar ataupun seorang yang menuntut ilmu,

Senja di jumat yang siang tadi di basahi air hujan, menampakan keelokan sinarnya, siapa yang mampu menolak keindahanya kecuali orang-orang yang mengingkari kekuasaan sang pencipta. Andrew melepas lelah dengan menikmati secangkir kopi di teras, matanya lekat memandangi sinar senja yang kemudian pikiranya kembali ke masa di mana ia sering mencuri waktu menjelang maghrib bersama Mawar dulu.
Kini hal itu tidak di lakukanya lagi, namun Andrew berharap akan mampu mengulangnya suatu saat nanti. Malam mulai merangkak, di pertengahan bulan, tampak bulan menampakan seluruh sinarnya menerangi malam, dan memamerkan keindahanya ke semua makhluk di bumi yang bersedia memandangnya meski sebentar.
Rombongan keluarga Andrew sedang bersiap-siap menuju rumah Mawar. Sore tadi Andrew mengutarakan keinginannya  agar orang tua nya mau datang untuk mengatakan pinangan Andrew dan mengirimkan pesan ke Mawar bahwa keluarganya akan datang malam ini, yang membuat Mawar heran dengan pernyataan Andrew.
Selepas sholat Isya, rombongan keluarga yang hanya terdiri dari kedua orang tua Andrew dan Andrew sendiri ini berangkat menuju rumah Mawar. Kedua orang tua Mawar yang menyambut mempersilahklan rombongan keluarga Andrew untuk duduk setelah menjawab salam. Setelah berbasa-basi sebentar ayah Andrew langsung mengutarakan keinginan putranya.
Orang tua mawar tersenyum mendengarnya, kemudian memanggil Mawar yang langsung datang dan duduk di samping ayahnya.  Andrew yang duduk di tengah-tengah kedua orang tuanya berdebar ketika ayah mawar menanyakan kesediaan Mawar  untuk menerima lamaran Andrew. Mendengar pertanyaan ayahnya mawar hanya mengangguk kecil dan tersenyum karena lamaran Andrew malam ini adalah jawaban dari sholat Istikharohnya. Terang saja mendengar kesediaan Mawar menerima pinangannya langsung saja bunga-bunga di taman hati andrew bermekaran dan   semerbak harumnya.
Dua bulan berselang dari lamaran Andrew, diadakan pernikahan di rumah Mawar. Pesta pernikahan yang sederhana ini tetap tampak indah, tidak mewah memang karena kedua keluarga mementingkan keberkahanya. Acara Walimatul ursy setengah jam lagi dan tamu undangan sudah hadir memenuhi tempat.
Dekorasi yang di penuhi dengan bunga mawar ini nampak indah saja, membuat orang-orang yang melihatnya tak ingin berpaling. Menjelang ijab qobul, Andrew menenangkan diri meskipun sebenarnya hatinya berdebar tidak karuan. Setelah Penghulu, wali dan saksi sudah siap, mawar dijemput 2 orang pendamping pengantin yang tidak lain adalah sahabatnya untuk di dudukan di sanding Andrew.
Andrew tampak tercengang melihat betapa cantiknya mawar dengan gaun putih bergaris sederhana namun tetap anggun, tidak lupa hiasan bunga mawar dan lili yang di sematkan di jilbab putih yang sedikit diberi sentuhan merah muda. Ijab qobul yang di ucapkan Andrew lancar, kini keduanya resmi menjadi suami istri. Bacaan hamdallah dan untaian doa terdengar dari keluarga dan tamu undangan.
Keindahan malam ternyata bersahabat dengan Andrew dan Mawar, di malam pengantin mereka tampak malam tak segan-segan memberikan keindahanya bersama kerlap kerlip sinar bintang. Angin yang dingin memasuki kamar pengantin keduanya lewat jendela kamar yang sedikit terbuka.
Selesai menunaikan sholat Isya berdua di kamar, Andrew duduk di tepi ranjang yang dihias sedemikian indah oleh bibi Mawar. Sedang mawar masih merapikan mukena yang baru di pakainya. Nuansa putih di kamar menambah kesucian malam mereka berdua.  Andrew mendekati mawar untuk mengajaknya duduk di sampingnya.
Keduanya kemudian berjalan mendekati dan membuka jendela kamar yang langsung berhadapan dengan kebun bunga milik mawar. Keduanya menatap langit penuh bintang yang sedang memamerkan keindahanya. Hawa dingin memasuki kamar pengantin keduanya, dan juga menggoyangkan bunga mawar di kebun yang bunganya sedang bermekaran.
“Indah sekali bunga yang bermekaran di kebun mu sayang” kata Andrew.
“Seindah malam ini kan kak?” jawab mawar.
“Seindah pemiliknya juga sayang.” rayu Andrew.
“Agh bisa saja kakak ini pasti hanya sekedar rayuan.” ujar Mawar.
“Tidak ada salahnya kan suamimu yang tampan ini merayumu sayang, lagi pula apa yang kakak ucapkan memang benar.” terang Andrew.
“Iya kah tampan kak?” tanya mawar
“Tentu saja sayang, hehehe..”
“Berhubung berbohong itu dosa, baiklah sayang, aku akui kalau suamiku ini memang tampan.” kata mawar jujur sambil mengangkat kepalanya dan tersenyum mencibir.
“ Nah begitu kan lebih baik saying” Andrew cengengesan.
“Ya deh kak..”
    “ Ehm nyerah juga kan,boleh kan kakak tanya sesuatu sayang?” tanya Andrew.
    “Tentu saja, apa itu kak?”
“Malam ini mawar apa yang akan kau berikan untuk suamimu ini setelah mawar kuning yang kau   berikan selama bertahun-tahun?”
“ Merah adalah pertanda cinta kak, selain merah apa lagi?” terang Mawar.
“Tapi kenapa sampai saat ini belum juga adek berikan?” tanya Andrew.
“Mawar itu sekarang ada di taman hati Mawar kak, tidak perlu Mawar berikan dengan simbol bunga yang bisa layu, karena dengan ridho Allah InsyaAllah Mawar akan menjaga mekar dan wanginya di taman hati Mawar sampai akhir hayat untuk kakak.”
“Amiin….terima kasih sayang kakak sangat mencintaimu.” ucap Andrew.
“Iya kak, Mawar juga sangat mencintai kakak…”
Keduanya kemudian mengambil wudhu dan menunaikan sholat dua rokaat, sebelum masing-masing menjalankan tugasnya sebagai suami istri. Atas nama cinta keduanya mereguk nikmat surga di iringi petikan harpa dari bidadari surga.
-END-

Hit (592)Komentar (0)

*
*
  (Masukkan kode dibawah ini)