pmb

Buku Digital Perpustakaan


an image

Salam hormat pengguna perpustakaan Stikes Muhammadiyah Pekajangan , Buku Digital merupakan buku yang disediakan bagi yang mencari informasi dan

Mawar Dari Mawar (Part 1)


an image

Harum mawar yang semalam baru mekar bersatu dengan udara pagi yang menyapa bersama sang fajar mendekati memasuki kamar mawar. Perlahan mawar

Menilik kebijakan UU PT 2012


an image

Undang-Undang Perguruan Tinggi (UU PT) tahun 2012 yang baru saja di syahkan oleh pemerintah mendapat reaksi keras dari mahasiswa di berbagai

Ayo Membaca Cepat


an image

Dalam mencari informasi yang tepat dan bermanfaat, khususnya bagi seorang Dosen, Guru, Mahasiswa, Pelajar ataupun seorang yang menuntut ilmu,

WORKSHOP PENYUSUNAN DOKUMEN AKADEMIK DAN DOKUMEN MUTU


an image

Dalam rangka peningkatan mutu STIKES Muhammadiyah Pekajangan, maka bagian penjaminan mutu mulai pada hari Jumat-Sabtu tanggal 28-29  September

Betapa... Namun...


an image

Betapa merasa besarnya nilai uang kertas Rp.100.000 bila dibawa ke masjid untuk diinfakkan, tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk

Malam hari komplek perumahan Andrew tidak terlalu ramai, kompleks perumahan Andrew memang lebih sering sepi di malam hari. Selesai menyiapkan materi untuk esok hari, Andrew membuka jendela kamar.
Matanya yang besar menatap ke arah langit yang tampak terang karena bulan penuh membagi sinarnya, terang saja karena pertengahan bulan. Pikiran Andrew mamikirkan mawar, sosok wanita yang menjadi penguasa hatinya yang juga sudah bertahun-tahun menguras pikiranya.
Pikiranya membawa ke niat untuk mengirim pesan ke mawar. Jari-jari besarnya sibuk mengetik kalimat manis pengantar tidur yang sebenarnya akan di kirimkan ke mawar namun langsung di hapus karena menurutnya terlalu picisan. Akhirnya hanya beberapa kalimat saja yang mampu di ketiknya.
Terima kasih untuk mawar kuningnya pagi tadi dek, indah sekali seindah dirimu….
Jari telunjuknya menekan tombol send. Sedikit menghela napas kemudian tangan kokohnya memangku wajah tampanya menunggu balasan pesan dari mawar. Andrew sedikit terkaget ketika ponselnya bergetar tanda ada pesan
Terima kasih kembali kak….mana bisa aku menandingi indahnya mawar itu kak…balas mawar
Sama-sama mawar…sama indahnya dek sama cantiknya juga…balas Andrew, jarinya sedikit ragu saat mengetik
Memujikahkah kak?……tanya mawar
Aghh tentu tidak dek, ini kenyataan….balas Andrew mantap
Terima kasih kalau begitu kak, sudah malam baiknya kita tidur…ujar mawar
Mata Andrew menatap layar ponsel, jarinya sibuk mengetik lagi. Sebenarnya dalam hati masih ingin saling bertukar pesan, setidaknya mampu mengobati kerinduan.
Baik mari lekas tidur, mimpi indah dek..,balasnya, balasan yang sudah umum di berikan.
Iya kak,…balas mawar singkat
Andrew meletakan ponsel di meja setelah membaca pesan mawar, badanya di rebahkan ke tempat tidur mencoba untuk tidur. Malam memang kian larut karena hanya da suara angina yang samar-samar terdengar.
Minggu pagi kompleks perumahan Andrew ramai karena banyak sekali penghuni rumah yang keluar untuk jogging, tak ketinggalan Andrew yang memang menyukai olahraga ini. Sesekali Andrew menyeka keringat dengan handuk kecil yang di bawanya sambil berlari-lari kecil.
Sudah hampir 1 jam Andrew berlari-lari, karena lelah Andrew berhenti di taman yang biasanya banyak pedagang makanan di sana. Hal ini biasa di lakukan setiap andrew kelelahan. Andrew meluruskan kakinya di sudut taman, matanya menangkap sosok mawar tak jauh dari tempatnya duduk,  di perhatikanya mawar yang sedang beristirahat juga bersama adik perempuanya. Jilbab biru mawar makin membuat teduh saja wajah manis mawar.
Aghh seandainya saja wajah manis itu bisa di nikmatinya dari dekat,,,astagfirullah ingat bukan muhrim ndrew…guman Andrew.
Matahari sudah mulai meninggi, sinarnya yang panas makin membuat Andrew makin berkeringat saja yang akhirnya membuat Andrew melangkah menuju rumah, Mawar sudah beranjak pulang namun Andrew sempat menangkap mata mawar yang juga menatap Andrew, sebelum akhirnya keduanya saling melempar senyum, namun segera saling menunduk.
Di kamar andrew yang bernuansa biru, andrew sedang mengeringkan rambutnya yang basah karena baru selesai keramas, dirinya merasa lebih segar setelah mandi sepulangnya dari joging. Setelah berganti pakaian Andrew melangkah keluar dari kamar menuju meja makan, di meja makan tampak ibunya sedang mempersiapkan sarapan. Bau nasi goreng membuatnya ingin segera makan selain karena perutnya yang sangat lapar. Terang saja karena sebelum berangkat joging Andrew hanya makan sepotong roti saja.
“Enak ini bu..” sapa Andrew mendekati ibunya yang sedang menyeduh teh.
“Apanya ndrew?” tanya ibunya sambil meletakan teko.
“Masakan ibu tentunya” jawab Andrew.
“Seperti baru makan masakan ibu saja ndrew” sahut ibunya.
“Iya bu tiap hari tapi andrew ndak akan bosan makan masakan ibu yang super enak ini.” jawab Andrew sambil duduk di samping ibunya.
“Apa kamu ndak mau ndrew masakan wanita lain selain ibu?” tanya ibunya mengarah ke suatu hal.
“Maksud ibu?” tanya andrew yang sedikit paham dengan pertanyaan ibunya.
“Kapan kamu siap buat nikah ndrew?umur mu sudah 28 loh le, sudah pantas nikah…ibu juga pengen ada yang perempuan yang nemenin ibu, lagian ibu juga sudah kepengen gendong cucu…aduhh le ibu iri kalo liat teman-teman ibu sudah pada gendong cucu, masa ibu harus gendong anak tetangga terus le?” cerita ibunya
“Iya bu, Andrew ngerti…makanya ibu doakan saja supaya Andrew cepet dapat jodoh..lagipula menikah kan bukan cuma masalah ibadah bu, tapi masalah hati juga berperan” sahut Andrew.
“Ealah le, ibu sudah berdoa setiap hari berdoa tapi kalau kamunya ndak mau berusaha ya sama saja to le?” terang ibunya.
“Kata siapa Andrew ndak ada usaha bu, Andrew lagi berusaha bu supaya wanita yang Andrew pilih ini mau nerima Andrew”
“Siapa to le perempuan itu?” tanya ibu Andrew penuh selidik.
“Ada pokoknya bu, masih rahasia,,,ibu bantu Andrew doa saja…sekarang kita makan ya bu Andrew sudah lapar”
“Ah kamu tu le, ya sudah ayo makan dulu.”
Kedua ibu dan anak ini kemudian melanjutkan sarapan, di tengah sarapan keduanya hanya sediki berbicara saja. Matahari makin meninggi saja, panas yang terik membuat orang-orang sedikit malas untuk keluar rumah di hari minggu ini.
Suara jangkrik saling bersahutan, terdengar sepanjang malam yang sunyi mengingat komplek perumahan yang berdekatan dengan sawah dan tidak terlalau ramai. Andrew meluruskan kakinya yang terasa pegal sambil menguap. Badanya terasa begitu lelah karena sibuk menyiapkan materi yang akan di berikan esok hari. Meskipun hanya berjibaku dengan monitor, tetapi pikiranya yang terkuras membuatnya lelah juga.
Rasa kantuk yang menyerang Andrew memutuskan untuk segera tidur, namun sebelumnya Andrew memutuskan untuk sholat istikharoh, meminta kepada sang pencipta untuk menunjukan kepadanya kalau mawar adalah wanita yang memang berjodoh untuknya sebelum mengkhitbah mawar setelah berhasil mengumpulkan keberanianya setelah sekian lama. Sholat istikharoh ini bukan pertama yang di lakukan Andrew, namun yang pertama di lakukan setelah keputusanya mengkhitbah Mawar. Dalam tidurnya, Mawar tampak muncul menggunakan jilbab biru sambil membawa setangkai mawar merah yang kemudian di berikan kepada andrew sambil mengatakan “Aku mencintaimu kak...”
Malam yang dingin terasa menusuk badan Andrew, namun dinginya malam tidak membuat Andrew terbuai dengan tetap berteman dengan hangatnya selimut, setelah meregangkan badannya Andrew mengingat kembali mimpi semalam, dalam hati ia berguman “Semoga ia memang yang terbaik untukku ya Rabb” batinnya.
Setelah meregangkan badan, andrew kemudian melangkah menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu melaksakan sholat tahajud. Dalam sunyi malam ia berdoa, mohon di mudahkan dalam rencananya mengkhitbah mawar.
Kokok ayam saling bersahutan seperti sedang beradu suara siapa yang paling lantang untuk mampu membangunkan orang-orang yang masing-masing masih terlelap dengan tidurnya. Andrew yang sejak subuh tadi sudah bangun masih asyik melantunkan firman Allah setelah menunaikan sholat subuh di subuh yang dinginya menyegarkan.
Ibu andrew sedang menyiapkan sarapan, ayah andrew sedang menikmati kopi sambil mendengarkan ceramah di TV yang menjadi kebiasaanya, sedang adik laki-laki Andrew masih sibuk dengan laptopnya sedang mengerjakan tugas yang sepertinya belum sempat di rampungkan. Fajar mulai muncul menggantikan bulan yang semalaman sudah bertugas membagi sinarnya. Selasai mandi Andrew kemudian keluar rumah untuk menghirup udara segar sambil menunggu sarapan  ibunya yang belum matang.
Hari ini andrew tidak harus berangkat pagi sehingga bisa sedikit santai. Ketika sedang melamun di teras rumah, Andrew menangkap sosok mawar berhenti di depan rumahnya sambil membawa mawar kuning. Segera andrew menghampiri mawar yang di luar pagar untuk menerima langsung mawar kuning itu yang hal ini sebelumnya tidak berani dilakukanya karena takut nanti mawar tidak akan datang lagi memberikan bunga mawarnya. Sedikit kaget mawar dengan kehadiran Andrew, karena baru kali ini dirinya berpapasan dengan Andrew saat akan meninggalkan mawar kuning di pagar rumah. Mawar berniat pergi namun terhenti langkahnya ketika Andrew mengatakan terima kasih.
“Terima kasih dek.” kata Andrew masih di dalam pagar rumah yang membuat Mawar menghentikan langkah.
“Terima kasih untuk apa kak?” tanya mawar sambil sesekali menunduk dan tanganya memegang erat tasnya.
“Untuk mawar-mawar yang kau berikan untukku, meskipun aku menginginkan mawar lain yang suatu saat kau bisa berikan untukku dek.”
“ Mawar apa itu kak?”
“ Mawar merah dek, tentunya kau tau maksudku” jelas Andrew
“Ndak ada mawar merah di kebun Mawar kak” kata mawar
“Aku menginginkannya dari taman hatimu dek”
“Bagaimana bisa mawar memberikan kalau tidak ada yang berani menaburkan benih di taman hati mawar, bukanya kakak tau bunga mawar tak akan tumbuh tanpa ada yang menabur benihnya. Dan warna mawar apa yang akan tumbuh tergantung benih mawar apa yang di tabur.” terang mawar yang membuat Andrew kemudian paham.
“Bagaimana kakak tahu kalau pemilik taman hati itu bersedia untuk di taburkan benih mawar?” tanya andrew yang membuat mawar tersentum.
“Salah satunya tentu dengan keberanian bukan? Sepertinya kita sudah cukup lama ngobrol kak, adek permisi dulu…Assalamualaikum.” salam Mawar sambil berlalu.

Hit (467)Komentar (0)

*
*
  (Masukkan kode dibawah ini)