pmb

Menilik kebijakan UU PT 2012


an image

Undang-Undang Perguruan Tinggi (UU PT) tahun 2012 yang baru saja di syahkan oleh pemerintah mendapat reaksi keras dari mahasiswa di berbagai

Ayo Membaca Cepat


an image

Dalam mencari informasi yang tepat dan bermanfaat, khususnya bagi seorang Dosen, Guru, Mahasiswa, Pelajar ataupun seorang yang menuntut ilmu,

WORKSHOP PENYUSUNAN DOKUMEN AKADEMIK DAN DOKUMEN MUTU


an image

Dalam rangka peningkatan mutu STIKES Muhammadiyah Pekajangan, maka bagian penjaminan mutu mulai pada hari Jumat-Sabtu tanggal 28-29  September

Betapa... Namun...


an image

Betapa merasa besarnya nilai uang kertas Rp.100.000 bila dibawa ke masjid untuk diinfakkan, tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk

Fundamental Reason Keperawatan Komunitas


an image

Pembangunan kesehatan di Indonesia mengalami transformasi tema pokok, dari pencapaian Indonesia sehat 2010 menjadi program unggulan Millenium

Hikmah Sakit


an image

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit, apakah itu sakit ringan ataupun sakit berat. Namun, baik ringan maupun berat, setiap orang berbeda dalam

Harum mawar yang semalam baru mekar bersatu dengan udara pagi yang menyapa bersama sang fajar mendekati memasuki kamar mawar. Perlahan mawar membuka jendela kamar, menghirup sebentar udara pagi namun agak sedikit lama merasakan segarnya di udara di pernafasannya dan kemudian menghembusakanya penuh nikmat dengan syukur. Matanya menjelajahi pohon mawarnya yang semalam bunganya bermekaran.

Kebun bunga mawar yang terletak di samping kamarnya ini tak seberapa luas, tetapi tatanan yang apik tetap menggoda siapa saja yang melihat meski hanya di tanami satu jenis bunga saja yaitu bunga mawar seperti nama pemiliknya.

Perlahan mawar keluar kamar, langkah pelannya menuju kebun mawarnya sambil membawa gunting. Sampai di salah satu pohon mawar berwarna kuning, tangannya pelan menggunting tangkai mawar kuning ini. Hanya satu tangkai yang dipetiknya, matanya memandang sebentar menikmati tangkai-tangkai mawar yang keindahanya menggoda matanya. Namun tak lama, gadis yang bekerja sebagai guru SD ini harus segera bersiap-siap ke sekolah tempatnya bekerja sebagai guru SD.

Tak berapa lama, dengan sedikit riasan di wajahnya, mawar berangkat dengan vespa hijau kesayanganya dengan kecepatan pelan sambil membawa mawar kunimg yang di petiknya, tentu saja karena vespa memang tidak mungkin dikemudikan dengan kencang. Namun belum sampai setengah perjalanya, vespanya berhenti di salah satu rumah yang masih satu komplek denganya. Setelah turun dari motornya, tanganya meraih gerbang rumah dan meletakan mawar yang di bawanya. Kebiasaan yang dilakukannya setiap kebun mawarnya berbunga.

Rumah bercat putih itu adalah milik Andrew, sahabat mawar sejak kecil yang dulu setiap sore sering menghabiskan waktu bersama melihat senja sebelum berangkat ke masjid untuk sholat maghrib. Tak berselang lama setelah mawar meninggalkan rumah Andrew, tampak sosok pria berbadan tangguh yang tak lain adalah Andrew itu keluar, masih memakai pakaian santai Andrew melangkah menuju gerbang setelah matanya menangkap setangkai mawar kuning yang tergantung di pagar rumahnya.  Tanganya yang kokoh mengambil mawar itu, dan langsung tahu siapa pengirim bunga cantik untuknya. Sudah 5 tahun berlalu sejak pertama kali Andrew menerima mawar kuning ketika berusia  23 tahun.

Bukan tanpa pertanda kalau mawar mengirimkan bunga mawar berwarna kuning kepada Andrew, tak lain dan tak bukan adalah sebagai simbol persahabatan mereka yang ikatanya terjalin sejak mawar berusia 7 tahun dan Andrew berusia 9 tahun. Andrew yang 2 tahun kebih tua dari mawar tak hanya berperan sebagai sahabat tetapi juga sebagai kakak yang siap melindungi mawar. Menghabiskan sore bersama untuk melihat senja di tanah yang menyerupai perbukitan adalah kebiasaan yang sering mereka lakukan. Masih tergambar jelas ketika Andrew membuatkan mahkota dari bunga dan rumput kering yang kemudian di pakaikan di kepala mawar, aghh seperti baru kemarin saja guman Andrew dalam hati. Dulu Andrew lah yang memberikan mawar pohon mawar yang di cabutnya dari kebun ibunya. Sekarang satu pohon dari Andrew telah tumbuh memenuhi  kebun mawar.

Sedikit menghela napas, Andrew melangkah ke dalam rumah sambil mencium bunga mawar di tangannya. Setelah meletakan bunga mawar di pot kecil langkahnya menuju ke kamar mandi bersiap bekerja sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta. Setelah semua siap dan memakan sedikit sarapan dan menghabiskan secangkir kopi, Andrew mengeluarkan motor bebeknya menuju tempat kerja. Pagi yang cerah secerah hati Andrew, senyum manis di bibir yang berkumis rapi tersungging sepanjang perjalanan. Pikiranya tertuju pada mawar sosok wanita yang sebenarnya sudah lama menempati hatinya, namun seiring beranjaknya usia mereka menuju dewasa dan kegiatan Mawar di Rohis sewaktu SMA, membuat sedikit jarak di antara hubungan merreka. mawar yang memutuskan memakai jilbab pada akhirnya membatasi hubungan mereka, menolak ajakan Andrew menikmati senja bersama, dan juga menolak ajakan Andrew menghabiskan waktu libur di taman kota  serta menolak setiap Andrew akan bertandang ke rumahnya. Andrew paham semua itu, Mawar mengatakan tak baik dua orang berbeda jenis kelamin yang bukan muhrim berdua saja.

Segala batasan yang ada membuat Andrew semakin terpesona saja dengan Mawar. Perasaan yang mulai sadar di rasakan saat akan lulus di SMA makin bertambah menggunung saja seiring waktu yang mengikis masa remajanya. Perasaan yang sebenarnya akan di ungkapkan namun kemudian terlambat saat mawar mengatakan mengenai segala batasan hubungan mereka.

“Tidak baik kak dua orang laki- laki dan perempuan berdua saja, bisa timbul fitnah kakak…tentunya kak Andrew juga tahu yang ketiganya itu setan bukan?” kalimat mawar terngiang saat menolak kedatangan Andrew ke rumahnya saat orang tua mawar tidak ada di rumah. Alasan dari pemilik suara lembut tapi meyakinkan itu akhirnya dapat di terima Andrew.

Lima tahun berlalu, segala kekakuan antara Mawar dan Andrew tidak melenyapkan perasaan cinta Andrew terhadap Mawar, namun sayang rasa malu yang berlebihan ternyata mampu mengalahkan keberanian lelaki tangguh ini untuk menyatakan perasaannya terhadap Mawar, tak hanya sekedar mengungkapkan tetapi menjadikan mawar yang halal bagi Andrew sehingga tidak ada batasan lagi tidak hanya terbesit saja di pikiran

Andrew, tetapi sudah menjadi niatannya sejak pertama kali bekerja. Tapi mengumpulkan keberanian selama 5 tahun belum juga mampu membuatkan Andrew berani mengatakannya.

Senin siang kantin ramai, Andrew dan temanya Harry harus lebih bersabar menunggu antrian yang panjang, mata keduanya berbinar saat makanan yang di pesan datang, hal ini karena perut yang sudah keroncongan sejak jam 11 tadi. Keduanya memilih tempat duduk di pojok karena lebih nyaman.

“Hari ini aku dapat bunga mawar lagi Har…” kata andrew membuka obrolan setelah suapan pertamanya habis

“Masih mawar kuning Ndrew?” Tanya Harry sedikit selidik

“Iya har,,tapi aku senang lah….si Mawar masih kirim bunga mawar, sudah 5 tahun Har dia kirim bunga mawarnya tanpa bosan, berarti aku masih tetap ada harapan bukan?”

“Harapan tapi kalau tidak di utarakan dan di lakukan sama saja ndrew, mau sampai kapan kamu dapat mawar kuning darinya? Bukanya kamu mau berharap suatu hari mawar memberimu bunga mawar merah?”

“Aku tahu Har, tapi aku belum siapa saja, rasanya aku tidak pantas jadi pendampingnya, jadi imamnya, kamu tau kan bagaimana solehanya mawar? Dia sosok wanita yang terlalu sempurna buatku.” sanggah Andrew setelah suapan terakhirnya habis.

“Siapa yang bisa menilai pantas atau tidak pantas ndrew? Kamu bukan lelaki yang tidak buruk untuk jadi imamnya Mawar, kamu juga lelaki yang soleh Ndrew, tampan, mapan, baik…apanya yang tidak pantas coba?” Kata Harry

“Jangan memuji yang di buat-buat lah Har, bisa jadi sombong aku nanti…aku masih kalah dengan lelaki-lelaki soleh dan kaya yang datang melamar Mawar Har, membuatku makin minder meskipun aku dengar, kalau mawar masih menolak lelaki-lelaki yang datang melamarna.” Terang Andrew sambil menatap tajam Harry

“Aku tidak memuji Ndrew, tapi manusia mana yang bisa menilai siapa lebih soleh dari siapa? Apa yang kau minderkan? Sedangkan derajat manusia di mata Allah sama dan yang bisa menilai derajat keimanan manusia hanya Allah bukan ndrew? Kalau masalah kaya, harta bisa di cari lagipula menurutku Mawar bukan tipe wanita yang matre bukan? Apa lagi yang kau tunggu? Sekarang kau setidaknya masih beruntung, Mawar masih menolak lamaran para lelaki yang datang, kalau nanti ada lelaki lain yang datang kemudian mawar menerima..gigit jari nanti kau Ndrew.” terang Harry

“ Aku masih mengumpulkan keberanian Har.” gumam Andrew.

“Masya Allah Ndrew, mau sampai kapan? 5 tahun belum cukup juga kah? Keburu nanti mawar di peristri orang.” sela Harry teman kerja Andrew setelah menghabiskan suapan yang terakhir

“Jangan bicara seperti itu Har. Kalau sampai Mawar keburu di peristri orang, hampa sudah hidupku Har.” Keluh Andrew.

“Makanya Ndrew, segera kau utarakan perasaanmu dan keinginanmu ke mawar, kalu masih belum berani juga biar aku saja sebagai sahabatmu ini yang maju…ayoo kita ke masjid sholat dhuhur” ajak Harry kemudian.

“Agh tak perlu Har biar aku saja yang maju sendiri.” sanggah Andrew sambil menepuk bahu Harry dan kemudian keduanya berlalu menuju masjid.

Bersambung...

Hit (496)Komentar (0)

*
*
  (Masukkan kode dibawah ini)